Entomologi Forensik – Beberapa Fakta Akan Diungkap

Lebih sedikit aplikasi Entomologi Forensik:

Ilmu Entomologi Forensik menawarkan Petugas Penyelidik Kejahatan untuk menjawab berbagai pertanyaan yang dapat memberikan petunjuk yang sangat jelas menuju urutan lengkap peristiwa yang mungkin terjadi selama tindak kejahatan, dengan demikian memastikan pelaku sebenarnya di balik jeruji besi.

Fakta Entomologi Forensik

Entomologi Forensik - Beberapa Fakta Akan Diungkap

· Luka Ante-Mortem: Pola kolonisasi serangga pada mayat sangat unik. Biasanya, serangga umumnya berkoloni atau bertelur di sekitar daerah lembab terutama yang berhubungan dengan hidung, telinga dan mulut. Serangga sering menjajah luka yang mungkin terjadi sebelum kematian (ante-mortem) dari orang yang meninggal, atau daerah anal dan genital, jika terpapar. Pola kolonisasi luka ante-mortem mengarah pada variasi dalam proses dekomposisi. Pola kolonisasi yang abnormal dapat diamati di lokasi yang memiliki luka defensif. Oleh karena itu, Petugas Penyelidikan harus melakukan pengamatan menyeluruh terhadap semua lokasi penjajahan serangga sebelum memindahkan tubuh.

· DNA: Pengumpulan DNA dari sisa-sisa adalah salah satu alat paling penting dalam mengidentifikasi korban, dan kadang-kadang penyerang juga. Larva terbang, dan dalam kondisi tertentu, serangga penghisap darah, dapat dikumpulkan; karena DNA dari isi ususnya dapat diekstraksi dan dengan demikian, dapat membantu dalam identifikasi menggunakan teknik sidik jari DNA.

· Penyalahgunaan & Penelantaran: Tidak semua kasus medico-legal dalam Foromed Entomology berhubungan dengan korban yang sudah meninggal. Dalam kasus-kasus tertentu, seseorang mungkin diabaikan, dan serangga mungkin mengambil keuntungan dan menjajah jaringan nekrotik, kotoran, atau bahan pengurai lainnya yang ada pada orang tersebut. Jadi dalam kasus seperti itu, adalah wajib bagi ahli entensologi forensik untuk mengumpulkan dan melestarikan spesimen perwakilan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

· Perburuan Satwa Liar & Domestik: Undang-undang negara bagian dan federal melindungi dan memastikan keamanan banyak binatang buruan maupun hewan peliharaan. Terlepas dari semua upaya itu, hewan-hewan itu ditemukan rebus. Teknik pengumpulan dan pelestarian bukti serangga yang sama dari mayat manusia dapat digunakan untuk menyelidiki kasus-kasus yang berkaitan dengan satwa liar dan perburuan domestik.

Serangga Umum Mengolonisasi Mayat:

Serangga memiliki nilai signifikan bagi Entomolog Forensik, dan oleh karena itu kadang-kadang disebut sebagai “Sahabat Entomologis”. Spesies serangga yang berbeda mengolonisasi jenazah pada berbagai tahap pembusukan. Mulai dari tahap awal dekomposisi hingga tahap akhir, berbagai spesies terdaftar di bawah ini tergantung pada fase di mana mereka diketahui menjajah jenazah.

1) NORTHERN BLOW FLY- Disebut juga BLUE-BOTTLE FLY. Mereka adalah yang paling berlimpah di musim semi dan di bulan Juli. Mereka membentuk gelombang pertama fauna untuk menjajah mayat. Seorang ahli entomologi forensik dapat mendeteksi keberadaan obat-obatan dalam selubung pupa dari lalat-lalat ini bahkan bertahun-tahun setelah individu tersebut meninggal.

2) FLESH FLY- The Lalat Lalat melahirkan hidup muda pada mayat manusia pada setiap tahap pembusukan. Namun, mereka suka luka terbuka dan tertarik pada pakaian berdarah. Belatung ini dapat hidup di habitat amfibi. Mereka diketahui menjajah setelah periode hujan yang panjang.

3) COFFIN FLY- Lalat ini sangat tahan terhadap cuaca. Mereka tidak tinggal di mayat sampai 3-6 bulan setelah kematian. Mereka menemukan mayat-mayat yang terkubur dalam peti mati.

4) CHEESE FLY- Disebut juga CHEESE SKIPPER tumbuh subur di tempat sampah dan kondisi tidak bersih. Mereka lebih memilih benda tua yang membusuk. Bagian mulutnya yang seperti spons memungkinkan mereka untuk memberi makan dari cairan dari mayat. Mereka cenderung tiba berbulan-bulan setelah mayat dikuburkan.

5) KULIT KULIT– Kumbang ini lebih suka jaringan kering. Mereka dikenal karena memakan tulang juga. Mereka lebih memilih tubuh pada tahap pembusukan selanjutnya.

Klasifikasi Ilmiah Kaki Seribu

Serangga adalah hewan yang memiliki bentuk yang bermacam-macam dan hampir dapat ditemui dalam semua situasi keadaan yang ada. Lebih dari 1 juta spesies sudah ditemukan, jumlahnya yang melewati dari separuh makhluk hidup yang sudah diketahui di dunia saat ini.

Untuk mempermudah mengetahui serta mempelajarinya, beberapa pakar biologi sudah mengklasifikasikan atau mengelompokan serangga ini ke beberapa ordo (bangsa). Tetapi sebab terdapatnya penemuan-penemuan baru, selanjutnya klasifikasi serangga juga alami perubahan-perubahan. Sayangnya beberapa pakar kelihatannya belum setuju untuk memutuskan satu klasifikasi yang dapat digunakan pada umumnya sekarang, hingga saat ini ada banyak skema klasifikasi yang memiliki beberapa ketidaksamaan antara  keduanya di dalamnya.

Dari beberapa klasifikasi yang ada di sejumlah situs, pada akhirnya diputuskan untuk ikuti klasifikasi yang ada pada situs Systema Naturae 2000. Ini karena klasifikasi yang diberi memiliki informasi yang pasti antar tingkatan atau taksonnya hingga memudahkan orang untuk memahaminya.

Pada umumnya, posisi klasifikasi makhluk hidup yang dipakai saat ini ialah seperti berikut, diawali dari tingkat paling tinggi ke paling rendah yakni Domain (Wilayah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), Famili (Suku), Genus (Marga), serta Spesies (Tipe). Berikut klasifikasi ilmiah Kaki Seribu:

Infraphylum: Atelocerata

barisan arthropoda yang terbagi dalam kelabang (centipedes), kaki seribu (millipedes) serta kerabatnya. Meskipun namanya memberikan hewan ini 10,000 (myriad) kaki tetapi sebenarnya jumlahnya kakinya antara 750 sampai kurang dari 10 kaki.

Hewan ini memiliki sepasang antena serta biasanya memiliki mata yang normal. Mulutnya terdapat dibagian bawah dari kepalanya dengan sepasang rahang ada di dalamnya. Hewan ini bernafas dengan spirakel yang tersambung dengan satu skema trakea yang sama yang ada pada serangga.

Waktu kawin, pejantan akan menghasilkan spermatophora yang perlu ditransfer ke betina di luar lewat satu proses yang terkadang susah serta kompleks. Telur akan menetas serta membuahkan hewan muda yang mirip hewan dewasa tapi dengan ukuran yang lebih kecil, hanya punya beberapa bagian dengan minimal 3 pasang kaki. Bagian kaki akan makin bertambah setiap saat mereka bertukar kulit sampai sampai ukuran dewasa.

Baca Juga : Ciri Serangga (Karakter Insekta)

Epiclass: Dignatha

arthropoda yang punya 2 pasang kaki pada setiap bagian tubuhnya (terkecuali pada bagian pertama dibelakang kepalanya yang tidak memiliki kaki serta beberapa bagian selanjutnya yang cuma punya sepasang kaki). Umumnya kaki seribu punya badan silinder yang memanjang, walaupun ada pula beberapa macam yang memiliki sisi perut yang rata atau bertubuh pendek.

Walaupun namanya “kaki seribu”, tapi tidak ada jenis hewan ini yang ditemukan sampai sekarang yang memiliki 1000 kaki. Rata-rata memiliki kaki di antara 36-400 kaki, walaupun ada pula jenis yang langka yang memiliki kaki sampai 750 kaki, yakni tipe Illacme plenipes. Kelas hewan ini memiliki anggota seputar 1000 jenis yang ada dalam 13 ordo serta 115 famili dimana jenis Archispirostreptus gigas atau kaki seribu Afrika raksasa (giant African millipede) adalah jenis kaki seribu yang paling besar.

Kaki seribu bergerak dengan lamban serta umumnya mengonsumsi daun yang membusuk atau sisi tumbuhan lain yang sudah mati. Kaki seribu ini memiliki kerabat yang memiliki bentuk hampir sama, yakni kelabang atau centipede dari kelas Chilopoda yang pergerakannya bertambah cepat tetapi cuma memiliki sepasang kaki pada setiap bagian tubuhnya.

Jenis kaki seribu paling tua sebagai makhluk penghuni daratan pertama ialah Pneumodesmus newmani yang panjangnya 1 cm serta hidup 428 juta tahun yang kemarin.

Kaki seribu jantan bisa dibedakan dari betina dari terdapatnya 1-2 pasang kaki yang termodifikasi jadi gonopod (organ kopulasi). Gonopod ini umumnya terdapat pada bagian ke 7 serta dipakai untuk mentransfer sperma jantan ke betina waktu berlangsungnya perkawinan. Alat kelaminnya sendiri terdapat pada bagian ke 3 dimana pada kaki seribu jantan diperlengkapi dengan 1-2 penis.

Kaki seribu yang baru menetas umumnya memiliki 3 pasang kaki yang diikuti dengan beberapa bagian tanpa ada kaki dibelakangnya yang dapat sampai 4 bagian.

Ciri Serangga (Karakter Insekta)

Ciri-ciri serangga dewasa kelompok Insekta salah satunya: badan terbagi dalam tiga bagian, yakni kepala (caput), dada (toraks), serta perut (abdomen). Karakter lain akan dirinci dibawah. Anda bisa pelajari bagaimana hewan serta tumbuhan digolongkan ke kelompok-kelompok khusus di Klasifiki Makhluk Hidup.

Serangga terhitung dalam filum Artropoda, kelompok Insekta yang disebut kelompok paling besar dari sisi jumlahnya spesies untuk semua filum dalam kerajaan binatang. Contoh serangga ialah nyamuk, lalat, kupu-kupu, capung, kutu busuk, dan sebagainya. Mereka bisa diketemukan di sebagian besar tempat di bumi. Habitat mereka benar-benar bermacam, yakni air, tanah, udara, tumbuhan-tumbuhan, manusia, hewan, rumah, serta beberapa habitat yang lain.

Ciri-Ciri Spesial Serangga

Nadiplochilo – Beberapa ciri khusus insekta atau serangga dewasa ialah seperti berikut.

  • Sisi luar badan tertutup oleh susunan yang disebutkan integumen, susunan keras yang disebutkan eksoskeleton.
  • Badan terbagi dalam tiga fragmen, yakni kepala, dada, serta perut.
  • Kepala umumnya punya sepasang antena, satu pasang mandibel, punya maksila serta labium, dan umumnya punya satu pasang mata majemuk.
  • Di bagian dada ada tiga pasang kaki (tungkai) serta satu atau dua pasang sayap; seringkali tanpa ada sayap.
  • Abdomen atau perut umumnya tidak ada tungkai, terkecuali anggota-anggota dari ordo
  • Lepidoptera ada yang bertungkai semu pada bentuk pradewasanya.
  • Susunan skema pencernaan makanan berupa tabung.
  • Skema peredaran darah terbuka.
  • Skema pernafasan lewat trakea serta ujung terbuka di bagian luar disebutkan spirakel.
    Biasanya alami proses metamorfosis.

Karakter insekta yang termudah dilihat ialah jika badan mereka punya tiga sisi atau fragmen, yakni caput, toraks, serta abdomen.

Baca Juga : Spesies Kelabang Paling Berbahaya

Ciri-Ciri Biasa Serangga

Eksoskeleton (Integument)

Peranan integumen ialah membuat perlindungan badan dan mengendalikan masuk atau keluarnya air dari pada tubuh serangga. Integumen terbagi dalam tiga susunan penting, yakni kutikula, epidermis, serta membran fundamen. Elemen penting kutikula diantaranya ialah kitin, yakni senyawa yang seperti dengan selulosa. Sisi luar kutikel disebutkan epikutikula yang memiliki kandungan lipida (lemak) serta polifenol. Susunan ini menahan keluar masuknya air.

Kepala

Kepala serangga umumnya teridiri atas satu pasang mata majemuk, satu pasang antena, serta satu pasang beberapa alat mulut (mandibel, maksila, serta labium. Kelompok organ itu bermanfaat untuk penuhi peranan (1) kunyah makanan, (2) indra pemahaman, (3) pengaturan badan, serta (4) jaga pusat-pusat organisasi badan.

Dada

Dada terbagi dalam tiga bagian, yakni protoraks, mesotoraks, serta metatoraks. Satu pasang spirakel yang terhubung ke skema pernafasan ada antara protoraks serta mesotoraks serta satu pasang di antara mesotoraks serta metatoraks. Sedang sayap terdapat di mesotoraks serta metatoraks. Ciri serangga yang cukup unik ialah tidak hanya bisa terbang, sayap dapat digunakan untuk jadi alat perlindungan diri. Tetapi, beberapa serangga tidak punya sayap, contoh dari subkelas Apterygota seperti ordo Protura, ordo Diplura, ordo Collembola, serta ordo Thysanura. Sesaat ordo yang lain punya sayap-sayap yang benar-benar kecil atau tidak memiliki sayap, contoh ordo Diptera. Jumlahnya sayap ada yang satu pasang, ada pula yang dua pasang.

Perut

Abdomen atau perut serangga terbagi dalam 9-11 ruas. Delapan ruas depan umumnya punya spirakel di ke-2 bagian. Organ-organ penting, yakni jantung, isi perut, serta organ-organ reproduksi ada di bagian badan ini. Sisi ujung abdomen seringkali ada tonjolan yang disebutkan cerci. Serangga-serangga pradewasa pada ordo Lepidoptera pada abdomennya ada kaki semu yang disebutkan proleg. Kaki-kaki semu ini akan lenyap saat larva tempuh waktu pupasi.

Spesies Kelabang Paling Berbahaya

Inilah 6 Spesies Kelabang Paling Berbahaya Untuk Manusia

Kelabang adalah satu diantara tipe arthropoda yang telah hidup di bumi semenjak jaman purbakala, dengan ukuran raksasa dimana tambah lebih besar dibanding ukurannya sekarang. Menariknya spesies hewan ini sebagian besar adalah pemakan daging atau karnivora, serta memakai bisanya untuk melumpuhkan mangsanya. Diluar itu, hewan ini cukup ditakuti, sebab punya toksin yang beresiko, karena itu ada banyak spesies kelabang yang punya toksin paling mematikan di dunia. Di bawah ini beberapa kelabang paling mematikan di dunia, yang perlu dijauhi.

1. Amazonian Giant Centipede

Amazonian giant centipede adalah tipe kelabang yang tinggal di Rimba Amazon serta seputar utara Amerika Selatan dan Karibia. Ukuran kelabang ini sampai panjang 30 cm, yang mana jadi spesies kelabang terbesar di dunia. Binatang ini termasuk karnovira yang mengkonsumsi beberapa mangsa yang bisa ditaklukannya, baik beberapa jenis serangga, sampai jenis kadal, katak bahkan ular sekali pun. Bisa dari lipan ini benar-benar mematikan serta mengakibatkan kematian anak umur 4 tahun di Venezuela pada tahun 2014.

2. Scolopendra Cataracta

Scolopendra Cataracta terhitung tipe kelabang amfibi yang dapat tinggal di daratan serta air, dan punya potensi berenang yang baik. Jenis kelabang ini dapat tumbuh sampai panjang 20 cm serta cuma ditemukan  di Asia Tenggara khususnya Thailand, Laos serta Kamboja. Binatang karnivora ini mempunyai sengatan yang menyakitkan serta mengakibatkan rasa terbakar yang akan menyebar pada semua anggota badan.

3. Scutigera Coleoptrata

Scutigera Coleoptrata termasuki spesies kelabang dengan ukuran kecil yang disebutkan dengan house centipede. Kelabang ini asli dari Lokasi Mediterrania, tetapi sudah menyebar di beberapa penjuru dunia, seperti Asia, Amerika Utara serta Amerika Selatan. Ukurannya cuma sampai 25-55 mm serta memiliki bentuk yang berlainan dari kelabang biasanya, yang mana lebih pendek. Sedangkan makanan pokok kelabang ini ialah beberapa jenis serangga serta arthropoda yang lain. Sengatan dari hewan ini hampir serupa seperti sengatan lebah serta mengakibatkan kulit memerah serta gatal.

Baca Juga : Myriapoda, Hewan Terpanjang Di Dunia

4. Scolopendra Subspinipes

Setelah itu ada Scolopendra subspinipes, yang mana adalah kelabang dengan habitat Tropis, seperti Asia Tenggara, Amerika Tengah, Amerika Utara serta Australia. Kelabang ini terhitung satu diantara kelabang paling besar di dunia, dengan ukurannya sampai panjang 20 cm. Diluar itu, makanan pokoknya ialah beberapa jenis invertebrata, seperti serangga dan vertebrata seperti tikus serta reptil kecil. Toksin dalam kelabang ini benar-benar beresiko. Di Filipina ada yang tersengat dan mengakibatkan kematian untuk anak berumur 7 tahun, selesai disengat di bagian kepalanya.

5. Scolopendra Heros

Scolopendra Heros atau disebutkan dengan giant redheaded centipede yang memiliki habitat alami di Amerika Utara, persisnya dibagian selatan Amerika Serikat serta utara Meksiko. Kelabang ini jadi tipe yang paling besar di Amerika Utara, dengan ukuran panjang sampai 20 cm serta terhitung hewan nokturnal.
Diluar itu, hewan ini memangsa beberapa jneis hewan vertebrata, seperti tikus, reptil kecil serta amfibi. Toksin dari kelabang ini dapat mengakibatkan cedera lokal di bagian khusus, tetapi dapat mengakibatkan tanda-tanda mual serta sakit kepala.

6. Ethmostigmus Rubripes

Ethmostigmus rubripes adalah kelabang Australasia serta Asia paling besar. Panjang tubuhnya dapat tumbuh sampai 16 cm serta mereka bisa ditemukan di habitat yang kering serta basah, seperti dibawah kayu, serasah daun serta kulit kayu, serta dibawah bebatuan. Kelabang tipe ini bisa ditemukan di semua daerah Australia, Kepulauan Solomon, Papua Nugini, Tiongkok, Jepang, dan di lokasi Asia Tenggara terhitung Indonesia. Mereka ada jenis kelabang pemangsa dan aktif pada malam hari.

Bentuk badan ethmostigmus rubripes ini panjang. Mereka punya warna hitam atau coklat sampai oranye kehijauan atau kuning-oranye dengan pita berwarna hitam dan kaki serta antena yang berwana kuning. Makanan mereka ada serangga, keong, cacing, sampai Arakhnida (hewan invertebrata berkaki sendi seperti jenis laba-laba).

Myriapoda, Hewan Terpanjang Di Dunia

Pemahaman, Susunan Badan, Ciri serta Skema Organ Myriapoda

Myriapoda ialah kelas dari anggota hewan tidak bertulang belakang yang termasuk dalam filum Arthropoda. Misalnya keluwing serta kelabang adalah binatang yang benar-benar menakutkan sebab jika menggigit bisa mengakibatkan kematian.

Terdapat beberapa pembicaraan tentang barisan arthropoda mana yang paling dekat hubungan dengan Myriapoda. Dibawah asumsi Mandibulata, Myriapoda ialah saudara takson ke Pancrustacea, kelompok yang terdiri dari Crustacea serta Hexapoda (serangga serta kerabat dekat mereka). Dibawah asumsi Atelocerata, Hexapoda ialah yang paling terdekat, sedang dibawah asumsi Paradoxopoda, Chelicerata ialah yang paling dekat. Asumsi terakhir ini, Meskipun sedikit didukung, jika ada ciri-ciri morfologi, di dukung oleh beberapa studi molekuler. Ada empat kelas myriapods yang masih ada, Chilopoda (kelabang), Diplopoda, Pauropoda serta Symphyla, mengandung total keseluruhan 12.000 spesies. Sementara itu masing-masing barisan myriapod dipercaya monofiletik, hubungan di antara mereka kurang pasti.

Myriapods adalah hewan terpanjang yang paling banyak di rimba lembab, dimana mereka penuhi peranan penting dalam memakan bahan tanaman yang membusuk, walau beberapa tinggal di padang rumput, habitat semi-kering atau bahkan gurun. Persentase yang benar-benar kecil dari spesies litoral (diketemukan di pantai laut). Sebagian besar berbentuk detritivous, dengan pengecualian kelabang, yang khususnya predator nokturnal.

Beberapa spesies kelabang serta lipan bisa membuahkan sinar oleh karenanya Pauropoda serta simfianans adalah hewan kecil yang terkadang memiliki ukuran mikroskopis yang mirip kelabang serta hidup di tanah.

Kaki seribu berbeda dari kelompok lain dalam punyabentuk tubuh mereka bersatu jadi berpasangan, memberi penampilan jika tiap bagian mempunya dua pasang kaki, tiga barisan yang lain punya sepasang kaki pada tiap bagian tubuh.

Susunan Tubuh Myriapoda

Tubuh lipan atau kelabang hanya terdiri dari kepala serta tubuh. Tidak ada sisi dada. Pada kepala ada sepasang mata tunggal, sepasang alat peraba besar, serta sepasang alat peraba kecil yang beruas-ruas. Tiap ruas tubuh belakang ada kaki berpasangan. Pada keluwing, tiap ruas tubuh ada dua pasang kaki yang diketahui dengan “kaki seribu”. Sedang pada kelabang atau lipan ada sepasang kaki.

Myriapoda lakukan respirasinya memakai saluran trakea yang bersumber pada lubang-lubang kecil (stigma), terletak pada dinding ruasruas badan. Lubang itu disebutkan spirakel. peredaran darahnya terbuka serta letak jantung di bagian punggung. Myriapoda atau hewan berkaki banyak (Myria = banyak ,poda = kaki) punya beberapa ciri

  • Punya fragmen di tiap badan, punya kaki di tiap bagian tubuh
  • Bernafas memakai spirakel
  • Hermafrodit

Skema Organ Myriapoda

Aliran pencernaan Myriapoda komplet serta memiliki kelenjar ludah. Chilopoda termasuk karnivor dengan gigi beracun, sedang Diplopoda berbentuk herbivor, pemakan sampah serta daun-daunan. Organ pernafasan Myriapoda berbentuk satu pasang trakea berspirakel yang terdapat di kanan kiri tiap ruas, kecuali pada Diplopoda ada dua pasang di setiap ruasnya.

Peredaran darah Myriapoda berbentuk terbuka. Organ transportasi berupa jantung yangt memanjang dibagian punggung badan. Pada Chilopoda ada sepasang ostium di setiap bagian, sedang pada Diplopoda ada dua pasang ostium di setiap bagian. Darahnya tidak berwarna merah sebab tidak memiliki kandungan hemoglobin (Hb), tetapi hemosianin yang larut dalam plasma. Dari jantung darah dipompa ke arteri ke setiap bagian, serta kembali pada jantung melalui hemosoel (rongga badan yang ambil sisi dalam peredaran darah).

Organ ekskresi Myriapoda berbentuk dua pasang pembuluh Malpighi yang mengeluarkan cairan yang memiliki kandungan faktor Nitrogen (N). Syaraf Myriapoda disebutkan alat penerima rangsangan berbentuk satu pasang mata serta satu pasang antena jadi alat peraba. Reproduksi Myriapoda dengan seksual, yakni dengan pertemuan ovum serta sperma (fertilisasi internal). Myriapoda ada yang vivipar dan ovipar.